Rifan Financindo - Harga Emas Rabu Ditutup Turun Mengabaikan Pelemahan Dolar AS

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terus mengalami penurunan pada sesi perdagangan sebelumnya, mencatat penurunan untuk sesi kedelapan berturut-turut. Penurunan ini terjadi karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Awalnya, harga emas sempat menguat di awal sesi setelah data pekerjaan sektor swasta AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih kecil dari yang diperkirakan pada bulan September. Namun, emas kemudian mengalami penurunan karena pasar memandang bahwa peluang kenaikan suku bunga tambahan dari Federal Reserve semakin kecil.

Sementara itu, sektor jasa AS melambat pada bulan September, yang tercermin dalam turunnya pesanan baru ke level terendah dalam sembilan bulan. Namun, pertumbuhan ekonomi yang solid pada kuartal ketiga masih diharapkan.

Meskipun dolar AS melemah pada sesi tersebut, harga emas masih terkoreksi. Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, mengalami penurunan, tetapi emas tetap terbebani oleh ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Saat ini, pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sekitar 24% tahun ini menurut alat CME FedWatch. Fokus pasar kini tertuju pada laporan non-farm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat, yang mungkin memberikan gambaran lebih jelas tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dalam perdagangan selanjutnya, harga emas diperkirakan dapat bergerak naik seiring dengan penurunan imbal hasil Treasury AS dan pelemahan dolar AS. Level resistance terdekat diperkirakan berada di kisaran $1,855-$1,868, sementara level support berada di kisaran $1,803-$1,787. Perlu diingat bahwa harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk data ekonomi, kebijakan bank sentral, dan peristiwa global, sehingga pergerakan harga dapat berubah dengan cepat - RIFAN FINANCINDO 

Sumber : vibiznews

Comments