Rifan Financindo Berjangka - The Fed Ngotot Higher for Longer, Kenapa Harga Emas Malah Naik?
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Maklum, harga sang logam mulia sudah mengalami koreksi yang lumayan dalam.
Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.321,31/troy ons. Naik 1,31% dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas melanjutkan kenaikan meski tipis saja. Pada pukul 06:13 WIB, harga naik 0,01% ke US$ 2.321,57/troy ons.
Kenaikan harga emas terjadi usai koreksi 2 hari beruntun. Selama 2 hari tersebut, harga terpangkas hingga nyaris 2%.
Selain faktor technical rebound, kenaikan harga emas juga ditopang oleh reaksi pasar terhadap hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,25-5,5%. Keputusan ini diambil secara aklamasi, sepakat bulat, tidak ada dissenting opinion.
Suku bunga acuan di level tersebut masih menjadi yang tertinggi selama 22 tahun terakhir. Bahkan The Fed memberi sinyal bahwa Federal Funds Rate akan tetap bertahan tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer).
Kami memutuskan bahwa belum layak (appropriate) untuk menurunkan suku bunga acuan sampai kami mendapatkan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target 2%,” tegas Jerome ‘Jay’ Powell, Gubernur The Fed, dalam jumpa pers usai rapat, seperti diberitakan Bloomberg News.
Akan tetapi, Powell juga menegaskan bahwa “sepertinya tidak mungkin bahwa keputusan selanjutnya adalah kenaikan (suku bunga acuan)”.
Kalimat yang disebut belakangan dinilai bahwa The Fed tidak se-hawkish perkiraan sebelumnya. Suku bunga memang belum akan turun dalam waktu dekat, tetapi setidaknya tidak akan naik.
Tidak ada yang bicara soal pengetatan secara implisit. Ini meyakinkan investor bahwa penurunan suku bunga masih mungkin terjadi, bahkan bisa beberapa kali,” kata Bart Melek, Global Head Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Masih adanya harapan akan penurunan suku bunga menjadi sentimen positif bagi emas. Sebab, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) yang diuntungkan dalam iklim suku bunga rendah - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : bloomberg



Comments
Post a Comment