PT Rifan Financindo - Harga Emas Kembali Bangkit Usai Anjlok Parah Pekan Lalu
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia berbalik menuju level positif pada perdagangan Senin setelah mengalami penurunan harian terbesar dalam tiga setengah tahun pada sesi sebelumnya. kenaikan harga emas dunia ini terjadi di tengah penantian data inflasi Amerika Serikat (AS) dan keputusan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed) di akhir pekan ini.
Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD 2.309,39 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,09% menjadi USD 2.327 per ounce.
Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible menjelaskan, pada Jumat lalu aksi jual emas terjadi sangat berlebihan dan pada Senin ini para pemburu barang murah bermunculan pada titik harga yang lebih rendah ini.
Harga emas batangan kehilangan sekitar USD 83 per ounce pada hari Jumat atau turun 3,5% yang merupakan penurunan satu hari terbesar sejak November 2020 setelah laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan mematahkan harapan penurunan suku bunga di bulan September.
Keputusan Bank Sentral China
Selain itu, pelemahan harga emas tersebut juga terjadi karena adanya laporan bahwa bank sentral China menunda aksi borong emas. Hal ini membuat investor bertaruh pada permintaan emas batangan di China.
Bank Rakyat China (PBOC) tidak pernah menjadi pembeli tetap. Ada fase pembelian yang berbeda diikuti dengan jeda beberapa bulan. Namun selama PBOC tidak melanjutkan pembelian, harga emas dapat diperdagangkan sideways karena topik pembelian China adalah fokus utama pasar,” kata analis Julius Baer Carsten Menke - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : liputan6



Comments
Post a Comment